Rabu, 14 Januari 2009

JUDUL : Penghilangan Polutan Organik di Dalam Air Baku Air Minum Dengan Proses Biofilter Tercelup Menggunakan Media Plastik Sarang Tawon
PENGARANG : Nusa Idaman Said, dan Suly Meilani Hidayati
Abstract
Recently, raw water pollutions in big cities in Indonesia have become serious problems, especially in Jakarta, the capital of Indonesia. According to this reason, it is important to develop appropriate low-cost technology to solve this problem such as developing pretreatment using biological process such as submerged biofilter. The present study describes the removal organic matter in river water using submerged biofilter with honeycomb tube plastic media. Using this method the removal efficiency of organic matter were affected by hydraulic retention time in reactor. The more shorter hydraulic retention time, removal efficiency of organic matter were decreased. The relationship between organic loading and removal efficiency showed linear relation expreesed by Y = 27,193 X + 66,866 where Y is organic removal efficiency (%) and X is organic loading (kg /m 3 media.day).
Katakunci : Polutan Organik, biofilter tercelup, media plastik sarang tawon
SUMBER :
Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia, V2. No.9, Desember 2000, hal. 44-57 /Humas-BPPT/ANY
PENDAHULUAN
Air adalah merupakan kebutuhan yang sangat pokok bagi manusia, terutama untuk memasak dan minum. Dengan pesatnya perkembangan penduduk maka kebutuhan khususnya air bersih untuk masyarakat juga semakin bertambah besar. Masalahnya adalah dengan semakin buruknya kualitas air baku untuk air minum, maka disamping biaya produksinya membesar, hasilnya juga sering kurang baik. Salah satu problem atau masalah yang sering dijumpai pada air minum di dunia akhir-akhir ini yakni timbulnya senyawa yang dinamakan Trihalomethanes atau disingkat THMs, sebagai akibat samping dari proses disinfeksi dengan gas khlor atau senyawa hipokhlorit.
Trihalomethane adalah senyawa organik derivat methan (CH 4 ) yang mana tiga buah atom Hidrogen (H)nya diganti oleh atom halogen yakni khlor (Cl), Brom (Br), Iodium (I). Beberapa senyawa trialomethane yang umum dijumpai antara lain yakni khloroform (CHCl 3 ), dibromokhloromethan (CHBr 2 Cl), bromoform (CHBr 3 ). Jumlah total ke empat senyawa tersebut sering disebut total trihalomethan (TTHM). Selain ke empat senyawa tersebut di atas masih ada beberapa senyawa trihalomenthan lainnya tetapi biasanya kurang stabil.
Adanya senyawa Trihalomethanes dalam air minum diungkapkan pertama kali oleh J. Rook pada sekitar tahun 1972. Hasil penelitian Rook terhadap kualitas air minum di Roterdam menyatakan bahwa senyawa haloform dalam air minum dengan konsentrasi yang cukup tinggi ditemukan segera setelah proses khlorinasi. Pada tahun 1975 Rook mempresentasikan secara lebih lengkap hasil penelitiannya tentang beberapa faktor yang yang mempengaruhi tebentuknya senyawa Trihalomethane dalam air minum. Rook menyatakan bahwa senyawa THMs terbentuk akibat reaksi antara khlorine dengan senyawa natural seperti "humic substance" yang ada dalam air baku. Setelah itu Environmental Protection Agency (EPA) mempresentasikan hasil penelitian yang dilakukan oleh National Organics Reconnaissance Survey (NORS) yang menyatakan bahwa THMs ditemukan hampir di seluruh air minum (finished water) dan hanya kadang-kadang saja ditemukan dalam air baku air bakunya.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian penghilangan senyawa organik dengan proses biofilter tercelup menggunakan media plastik sarang tawon dapat disimpulkan :
· Proses pembiakan mikroorganisme (seeding) secara alami dengan mengalirkan air sungai ke dalam biofilter secara kontinyu berjalan dengan baik setelah proses berjalan 2-3 minggu.
· Semakin kecil waktu tinggal hidrolis (WTH) , efisiesi penghilangan zat organik semakin kecil.
· Dengan kondisi waktu tinggal hidrolis 1 jam efisiensi penghilangan zat organik 30,92 % untuk waktu tinggal 2 jam efisiensi sebesar 45,70 % sedangkan pada waktu tinggal 3 jam sebesar 53,89 % dan pada waktu tinggal 4 jam sebesar 64,27 %.
· Dengan beban organik antara 0,2 – 1,5 kg/m 3 .hari, hubungan antara beban organik dengan efisiensi penghilangan organik menunjukkan hubungan yang linier dengan persamaan Y = 27,193 X + 66,866 dimana :
Y = Efisiensi penghilangan senyawa Organik (%).
X = Beban organik (kg /m 3 media.hari).
· Proses resirkulasi air olahan ke dalam reaktor biofilter berakibat memperbesar beban organik sehingga efisiensi penghilangan organik juga semakin kecil.
Hasil identifikasi mikroorganisme yang terdapat pada biofilter tercelup menunjukkan bahwa bakteri yang berperan dalam menguraikan zat organik antara lain adalah Bacillus subtilus, Escherichia Coli, Clostridium tetani, Proteus vulgaris, Nitrobacter dan Nitosomonas

Tidak ada komentar: